Enter your keyword

Apa Itu Epoxy Resin dan Manfaatnya Bagi Industri

Apa Itu Epoxy Resin dan Manfaatnya Bagi Industri

Apa Itu Epoxy Resin dan Manfaatnya Bagi Industri

Penggunaan epoxy resin sudah sangat populer saat ini. Dimana epoxy resin memiliki begitu banyak manfaat, terutama bai industry. Namun sebelum melihat beragam manfaat epoxy resin, sudah tahukan Anda apa yang dimaksud dengan epoxy resin? Yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Mengenal Apa Itu Epoxy Resin

Istilah”epoxy” atau “epoxy rantai” digunakan berdasarkan kelompok luas senyawa aktif yang ditandai dengan adanya epoxy atau cincin oksiran. Cincin-cincin oksiran pada material epoxy ini terdiri dari 3  cincin utama yang mengandung atom oksigen dan terikat dengan dua atom karbon yang sudah menyatu.

Gugus atom dalam material tersebut membentuk molekul dan didefinisikan sebagai epoksida. Basis molekul yang dihasilkan sangat bervariasi dan dapat membentuk epoxy resin dengan jenis berbeda. Menariknya, saat ini sudah banyak struktur molekul yang bisa diproduksi dengan metode kimia yang sama.

Saat ini, epoxy resin pun sudah bisa dikombinasikan dengan berbagai bahan pengawet untuk menghasilkan sifat spesifik yang dibutuhkan ketika pengaplikasiannya.

Umumnya, epoxy resin terbentuk oleh reaksi senyawa yang memiliki setidaknya dua atom hydrogen aktif (senyawa fenol amino, polifenol, diamina, imidia dan amida heterosiklik, diol alifatik dan lain sebagainya) serta epiklorohidrin.

Manfaat Epoxy Resin Bagi Industri

Manfaat Epoxy Resin Bagi Industri

Ada begitu banyak manfaat yang ditawarkan epoxy resin untuk industry. Dimana manfaat-manfaat epoxy resin tersebut didapatkan dari sifat dasar materialnya.

Berikut beberapa manfaat/keunggulan yang ditawarkan epoxy resin untuk bangunan industry:

  1. Kekuatan Tinggi
  2. Penyusutan termasuk rendah
  3. Adhesi yang begitu baik ke berbagai media/permukaan
  4. Isolasi listrik yang efektif
  5. Resistensi kimia dan pelarut, seperti tahan terhadap korosi dan degradasi lain
  6. Biaya miring dan risiko racun rendah
  7. Memiliki kekuatan ikat tinggi (hingga 2.000 psi) sehingga lebih masa guna lama
  8. Tingkat kelenturan sangat bagus, sehingga mudah diaplikasikan pada berbagai media
  9. Tahan terhadap retak akibat benda runcing, aus, tidak mudah terkelupas.

Pengaplikasian resin epoxy bisa dikatakan cukup mudah, karea material ini cenderung bisa melapisi permukaan dengan cepat dan kompatibel. Material epoxy resin juga kerap digunakan untuk memodifikasi beberapa polimer, seperti polyester atau poliuretan.

Sayangnya, meskipun memiliki begitu banyak manfaat atau keunggulan seperti di atas, epoxy resin juga memiliki kelemahan, yakni pada sector kerapuhan dan sensitivitas atas kelembaban. Tapi tak perlu khawatir karena epoxy resin bisa lebih tahan terhadap kelembaban setelah melalui proses curing.

Dalam penerapannya pada industry, resin epoxy kerap dikombinasikan dengan komponen lain yang memiliki peran penting dalam formulai epoxy resin. Serat penguat seperti grafit, kaca dan polyaramid kerap digunakan karena mampu meningkatkan sifat mekanik material dan membuatnya dapat diaplikasikan pada berbagai media.

Selain itu, epoxy resin juga bisa dikombinasikan dengan komponen lain yang sifatnya tidak “menguatkan” material saat diaplikasikan pada media. Beberapa komponen yang termasuk di dalamnya antara lain adalah:

  1. Logam bubuk yang fungsinya untuk meningkatkan konduktivitaslistrik serta termal.
  2. Alumina yang fungsinya untuk konduktivitas termal.
  3. Silika yang fungsinya untuk meningkatkan kekuatan epoxy resin dan meminimalisir biaya yang dikeluarkan.
  4. Mika yang fungsinya sebagai hambatan listrik.
  5. Bedak dan kalsium karbonat yang fungsinya untuk meminimalisir biaya yang dikeluarkan.
  6. Bubuk karbon dan grafit yang fungsinya sebagai pelicin sehingga material lebih mudah diaplikasikan.

Selain memperhatikan komponen yang dicampurkan, proses peracikan beberapa komponen tersebut juga harus dilakukan dengan benar.

Ada beberapa faktor penting yang harus Anda perhatikan dalam peracikan material epoxy resin, yakni:

  1. Volume atau ratio dari komponen yang digunakan.
  2. Karateristik partikel, seperti ukuran, luas permukaan dan lain sebagainya.
  3. Rasio aspek komponen yang digunakan.
  4. Kekuatan dan modulus komponen.
  5. Adhesi dari komponen campuran ke epoxy resin.
  6. Viskositas resin
  7. Ketangguhan komponen ketika diaplikasikan.

Tujuan utama penggunaan komponen tambahan tersebt ialah untuk mendapatkan sifat/karateristik material yang diinginkan tanpa membebani/menambah biaya pengeluaran.

Hanya saja penggunaan komponen tambahan tersebut umumnya akan membuat proses aplikasi epoxy resin menjadi lebih sulit, serta dapat meningkatkan viskositas.

Baca juga :